2 Sumber Makanan yang Mengandung zat Aditif

Zat aditif makanan merupakan zat yang dicampurkan serta ditambahkan pada saat makanan diolah. Kemungkinan zat aditif ini masuk saat proses pengemasan, atau telah terbawa oleh bahan kimia yang digunakan. Lalu, apa saja sumber makanan yang mengandung zat aditif?

Fungsi Zat Aditif

Berikut ini fungsi dari zat aditif :

  • Memperbaiki gizi atau kualitas makanan
  • Membuat tampilan dari makanan ini lebih menarik
  • Membuat makanan lebih awet atau tahan lama
  • Menguatkan rasa pada makanan
  • dll

Sumber Makanan yang Mengandung zat Aditif

 

Ada dua macam zat aditif yang terdapat pada makanan, diantaranya adalah :

A. Zat Aditif Alami

Sumber makanan yang mengandung zat aditif alami. Beberapa macam zat aditif alami, manfaat serta contohnya :

Pewarna

  • Wortel —> manfaatnya sebagai pemberi warna orange makanan. Wortel umumnya dikonsumsi dalam bentuk jus karena mengandung banyak sekali nutrisi seperti vitamin A, beta karoten dan lain-lain. Nah, yang berperan dalam pewarna orange itu adalah beta karoten.
  • Kunyit —> manfaatnya sebagai pemberi warna kuning pada makanan. Kunyit juga banyak kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan sehingga kunyit sering dijadikan obat tradisional. Nah, kunyit juga bisa menghilangkan bau tidak enak pada daging.
  • Daun suji —> manfaatnya sebagai pemberi warna hijau pada makanan. Bahkan, daun suji ini juga bisa untuk warna minuman.[the_ad id=”2047″]

Pemanis

  • Gula pasir —> Gula ini terbuat dari tanaman tebu. Ia bisa dimanfaatkan untuk pemanis makanan serta dapat mengawetkan makanan, karena ia memiliki sifat higroskopis yang bisa menyerap kandungan air, dengan begitu bakteri tidak dapat berkembang biak.
  • Gula aren —> Gula ini dibuat dari bunga aren. Gula aren ini memiliki rasa yang begitu manis, sehingga sering dijadikan untuk pembuatan kue.
  • Gula kelapa —> gula jenis ini pastinya terbuat dari buah kelapa. Biasanya ia sering digunakan untuk pemanis minuman.
  • Madu —> madu termasuk pemanis yang paling baik serta memiliki kandungan gizi yang bagus. Nah, madu tidak hanya memberikan rasa manis bagi makanan tapi dapat mengawetkan makanan.

Pengawet

  • Garam dapur —> Garam dapur dimanfaatkan dalam mengawetkan  makanan karena bisa membunuh serta menghambat pertumbuhan bakteri yang ada pada makanan. Jadi, garam ini memiliki sifat higroskopis.
  • Bawang putih —> Bawang putih bisa menghilangkan bau amis. Nah, bawang putih dapat mengawetkan makanan karena memiliki kandungan aiicin yang dapat membunuh serta menghambat berkembangnya bakteri.
  • Asam Cuka —> asam cuka yang memiliki nama kimia yaitu asam asetat, sifat asam yang dimilikinya dapat membunuh bakteri pada makanan. Larutan asam asetat ini dapat mengawetkan roti gunanya mencegah tumbuhnya bakteri.

Penyedap

  • Garam dapur —> Garam dapur termasuk paling umum digunakan dalam masakan sebagai penyedap rasa. Sebenarnya ada garam yang lebih bagus yaitu yodium. Garam yang satu ini dapat mengurangi resiko penyakit gondok.
  • Cabai merah —> Cabai merah sering dipakai juga dalam makanan karena memberi rasa pedas serta mrangsang nafsu makan. Nah, cabai merah ini memiliki kandungan vitamin C jadi baik untuk tubuh anda.

Pemberi Aroma

  • Daun jeruk —> Daun jeruk memberi aroma yang dapat meningkatkan selera makan. Daun ini juga bisa menyingkirkan bagu amis ikan dan daging.
  • Vanili —> Vanili tidak hanya memberi aroma yang harum tapi juga memberi rasa pada makanan. Vanili sering dipakai dalam membuat roti.
  • Serai —> Serai umumnys dipakai dalam menambah aroma minuman serta memberi efek menghangat seperti jahe. Tidak hanya itu, serai ini bisa digunakan untuk menambahkan aroma pada makanan yang menggunakan santan.
  • Daun pandan —> Daun pandan umumnya dipakai untuk mengawetkan serta pemberi aroma harum pada nasi. Nah, harumnya daun ini juga digunakan dalam membuat kue, bubur, dll.

Pengasam

  • Pengasam memiliki tujuan dalam menyingkirkan rasa amis bau saat mengkonsumsi makanan. Bahan yang memiliki pengasam ini yaitu lemon, jeruk nipis, daun salam.

 

B. Zat Aditif Buatan atau Sintesis

Sumber makanan yang mengandung zat aditif buatan atau sintesis. Beberapa zat aditif sintesis, manfaat dan contohnya :

Pewarna

  • Pewarna berperan dalam memberi warna makanan supaya terlihat menarik, sehingga bisa memikat konsumen mau mengkonsumsinya. Meski zat ini sudah memiliki ijin pemerintah, tetap untuk berhati-hati dalam penggunaannya. Saat ini zat pewarna yang tidak boleh digunakan adalah methanil yellow (pewarna kuning), rhodamin B (pewarna merah) , dan amaranth (pewarna merah).

Pemanis

  • Pemanis buatan merupakan pemanis yang digunakan untuk pengganti sukrosa atau gula tebu. Biasanya pemanis buatan ini digunakan dalam membuat sirup, minuman ringan, dll. Pemanis sintesis atau buatan yang umum dipakai adalah Sakarin, Aspartam, Asesulfam, Siklamat, Sorbitol dan Dulsin. Nah, pemanis sintesis ini termasuk zat karsinogen yang mana dapat memicu kanker.

Pengawet

  • Pengawet dimanfaatkan supaya makanan tahan lama bila disimpan. Adanya bakteri yang tumbuh serta berkembang pada makanan, membuat makanan ini cepat membusuk serta merusak makanan. Itulah untuk mengatasinya diperlukan bahan pengawet. Nah, bahan pengawet dibawah ini sintesis :
  1. Asam benzoat dan Natrium benzoat dipakai untuk mengawetkan kecap, saus, manisan, minuman ringan dan buah kalengan.
  2. Natrium nitrit di manfaatkan untuk mengawetkan warna ikan atau daging.
  3. Asam propionat di manfaatkan untuk mengawetkan keju, mentega, margarin dan keju.
  4. Asam sorbat dipakai dalam bentuk garam kalium atau natrium yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan ragi serta mengawetkan acar, roti dan sari buah.
  • Sejumlah zat pengawet yang telah dilarang dalam pemakaiannya tapi masih juga digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawan adalah boraks, terusi dan formalin.

Penyedap

  • Makanan yang memiliki rasa enak tidak terlepas dari penyedap yang digunakan guns meningkatkan nafsu makan. Banyak penyedap rasa yang digunakan, pastinya mengandung MSG (monosodium glutamat), guanosin monofosfat (GMP) dan jonosin monofosfat (IMP). Tahukah anda? Penggunaan penyedap rasa ini dapat menimbulkan bermacam penyakit seperti kanker, Chinese Restaurant Syndrome (CRS), tumor dll.

Antioksidan

  • Antioksidan berperan dalam memberi perlindungan makanan yang mengandung minyak atau lemak dan berjamur. Jadi, makanan yang rusak itu karena proses oksidasi. Itulah penggunaan antioksidan ini membantu dalam menghambat proses oksidasi (suatu proses peruraian lemak atau minyak). Antioksidan diantaranya Butil hidroksi anisol (BRA), butil hidroksi toluena (BHT), Asam askorbat.

Sekuestran (Zat Pengikat logam)

  • Sekuestran termasuk bahan yang dapat mengikat logam dalam makanan gunanya menjaga kestabilan makanan. Sekuestran yang paling umum dipakai adalah fosfat, asam sitrat serta turunannya, dan garam etilendiamintetraasetat (EDTA).

Penambab Aroma (Essens/Flavour)

  • Zat aditif  ini dipakai dalam memberikan aroma buah pada makanan.
  1. Etil butirat : rasa buah nanas
  2. Oktil asetat : rasa buah jeruk
  3. Amil valerat : rasa buah apel
  4. Amil asetat : rasa buah pisang
  5. Isobutil propionat : rasa buah rum
  6. Butil asetat : rasa buah murbei
  7. Benzaldehida : rasa buah lobi-lobi

Pengatur Keasaman

  • Zat aditif ini berpran dalam memberi asam, menetralkan serta menjaga kestabilan derajat keasaman pada makanan. Contohnya pengatur keasaman buatan atau sintetis seperti asam sitrat, asam tartrat, asam asetat, asam laktat, amonium bikarbonat dan natrium bikarbonat.
Iklan

Post Author: Author