Pengertian Norma atau Kaidah adalah

Pengertian Norma / Kaidah adalah suatu petunjuk arahan hidup bagaimana semestinya kita melakukan sesuatu seperti tingkah laku maupun akhlak di dalam bermasyarakat. Dapat diartikan juga, bahwa norma atau kaidah ini memiliki arti berupa suatu perintah atau larangan, yang dimana setiap orang seharusnya mentaati norma atau kaidah tersebut supaya hidupnya tenteram serta damai.

Hukum adalah seperangkat norma / kaidah, dimana kaidah ini banyak jenisnya, namun tetap satu kesatuan. Sebab kaidah itu berisi larangan ataupun perintah maka sudah seharusnya kaidah yang merupakan suatu petunjuk hidup tersebut memiliki sifat memaksa yang termasuk ciri atau karakteristik dari kaidah hukum.

Bagaimana proses terjadinya norma atau kaidah itu?

Menurut Soerjono Soekanto dan Purnadi Purbacaraka  dalam buku karyanya yang berjudul “Perihal Kaidah Hukum“, menyebutkan bahwa :

  • Apa yang dimaksudkan dengan pengertian norma adalah ukuran atau patokan ataupun pedoman akhlak / tingkah laku / sikap / tindakan dalam bermasyarakat. Apabila ditinjau bentuk hakikatnya, kaidah merupakan perumusan suatu pandangan tentang perikelakuan atau sikap tindak dalam hidup, contohnya, siapa yang meminjam sesuatu hendaklah mengembalikan. Selanjutnya, dikatakan bahwa mengapa di dalam kehidupan manusia diperlukan patokan atau pedoman tersebut? Apakah kaidah itu datang dari luar atau dari dalam diri manusia?

      Berikut akan ditinjau perihal sumber kaidah. Ada yang berpendapat bahwa kaidah itu datangnya dari luar manusia, misalnya, dari Tuhan Yang Maha Esa.
Ada pula yang berpendapat bahwa kaidah datangnya dari diri manusia itu sendiri, yaitu melalui pikiran dan perasaannya sendiri.

Ditinjau dari kenyataan dalam kehidupan, sumber kaidah adalah hasrat untuk hidup layak. Hal itu tidak dapat dipungkiri, siapa orang yang tidak ingin hidup? Setiap orang pasti menginginkan hidup yang layak. Akan tetapi, hidup layak diinginkan oleh setiap orang itu tidak sama; antara orang yang satu dengan yang lainnya, dari bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.

Oleh karena itu, pandangan hidup dan cara hidup layak yang berbeda-beda perlu diberi patokan atau pedoman agar tidak menyebabkan hidup ini menjadi tidak layak atau menjadi tidak selayaknya. Patokan atau pedoman untuk hidup. Akan tetapi, hidup itu sendiri mempunyai beberapa aspek.

Secara umum terdapat dua aspek dalam hidup, yaitu :
1. Hidup antarpribadi
2. Hidup pribadi

Setiap macam aspek tersebut mempunyai kaidahnya sendiri, yaitu sebagai berikut :

1. Hidup pribadi yang termasuk dalam golongan aspek hidup pribadi adalah :

a. kaidah pekerjaan untuk mencapai kesucian hidup pribadi atau kehidupan beriman
b. kaidah kesusilaan (moral atau etika dalam arti sempit) tertuju pada kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani dan akhlak.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kaidah kepercayaan dan kaidah kesusilaan yang mencakup patokan atau pedoman untuk hidup pribadi pada umumnya memberi keteguhan pribadi (personality), mencegah atau memperkecil ketidakseimbangan rohani, serta perasaan rendah diri.

2. Hidup antarpribadi yang termasuk aspek hidup antarpribadi, yaitu :

a. kaidah sopan santun, maksudnya dalam keselarasan hidup bersama.
b. kaidah hukum diarahkan kepada perdamaian bersama

Dari apa yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto dan Purnadi Purbacaraka diatas, jelaslah bahwa norma atau kaidah tidak lain adalah petunjuk hidup yang merupakan patokan atau standar bagaimana seharusnya bertingkah laku agar tercapai keselarasan hidup, baik untuk diri sendiri maupun untuk hidup bersama.

Agar pengertian tentang norma atau kaidah dapat lebih dipahami, C.S.T.Kansil dalam buku karyanya “Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia”, menyebutkan :

  • Adapun yang memimpin kehidupan bersana, yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat adalah peraturan hidup. Supaya bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan aman, tenteram dan damai tanpa gangguan maka bagi tiap manusia perlu adanya suatu tata (orde-ordnung). Tata hidup bentuk aturan yang menjadi pedoman atau petunjuk untuk semua tingkah laku manusia dalam bergaul, sehingga kepentingan masing-masing bisa terjamin dan terpelihara. Setiap anggota masyarakat mengetahui kewajiban dan hak masing-masing. Tata tersebut lebih umum disebut sebagai kaidah (asal kata dari bahasa arab) atau norma (asal kata dari bahasa latin) atau ukuran-ukuran.

Dolmeler mengatakan bahwa pengertian norma adalah peraturan tentang tingkah laku, perintah bagi manusia tentang apa yang diperbolehkan untuk dilakukan dan apa yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan. Sebaliknya, Van Kan berpendapat bahwa kaidah adalah peraturan yang seharusnya orang untuk bertindak di dalam masyarakat sedemikian rupa sehingga kepentingan orang lain sebisa mungkin terlindungi dan terjaga serta kepentingan bersama dapat dikembangkan.

Iklan

Post Author: Author